PBA IAIN Manado-Mengusung semangat emansipasi, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada Senin, 20 April 2026. Dengan tema “Pemberdayaan Perempuan melalui Pemasyarakatan Program BIPA”, agenda yang berlokasi di NDC Resort Manado ini menjadi ruang bagi 15 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Utara untuk memperkuat peran perempuan di kancah literasi global.
​Delegasi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Manado turut mengambil peran sentral. Dua mahasiswi PBA yang merupakan Duta Bahasa Sulawesi Utara 2025 hadir tidak hanya sebagai peserta, namun juga dipercaya memandu jalannya rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka menegaskan kompetensi mahasiswi IAIN Manado dalam kepemimpinan dan komunikasi publik.

​Kegiatan ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Januar Pribadi, S.I.P., M.M. Dalam sesi pertama, Ibu Jeannie Lesawengan, S.S., M.Hum selaku narasumber pada kegiatan ini membedah peran strategis perempuan sebagai duta budaya.

​Perspektif internasional turut hadir melalui mahasiswi asal Sudan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Manado. Pada sesi kedua, ia berbagi pengalaman (sharing session) mengenai proses adaptasi bahasa dan budaya selama di Indonesia. Kisahnya memberikan bukti nyata bagaimana program BIPA menjadi jembatan emosional bagi penutur asing.


​Hal yang unik dalam kegiatan ini adalah rangkaian permainan dan tantangan yang dirancang untuk mempererat solidaritas. Baik secara individu maupun berkelompok, para peserta ditantang untuk menjalin kedekatan melalui berbagai metode kreatif, antara lain para peserta diajak bermain peran, pesan berantai, melakukan presentasi hasil diskusi kelompok serta mengemas pesan-pesan pemberdayaan perempuan dalam konten kreatif yang relevan dengan era digital. Seluruh tantangan ini bertujuan agar para peserta saling mendukung sesama perempuan dan berani menyuarakan pesan inspiratif kepada seluruh perempuan Indonesia.


​Melalui keterlibatan aktif ini, mahasiswi PBA IAIN Manado tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga membuktikan bahwa pendidikan bahasa adalah instrumen pemberdayaan. Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik kampus di tingkat provinsi maupun nasional.
​Perayaan Hari Kartini kali ini menjadi momentum bagi perempuan di Sulawesi Utara untuk terus berdaya saing, berkolaborasi, dan menjadi agen perubahan melalui penguatan jati diri bahasa Indonesia di mata dunia. (syan)

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts